Saat keluar dari pondokku tercinta . . pondok yang membesarkan,menguatkan, kepribadianku agar kelak . . dimanapun aku berada . . aku bisa beradaptasi dengan lingkungan baru. Aku punya tumpuan, penyemangat dll . . itu adalah teman . . sahabatku . . yang menjadi pondokq beda dengan SMA karena kita tak perlu melakukan upacara tiap senin hehehe. Yang membuat MA beda dengan SMA dan SMK karena MA lebih banyak “menghapal”, tapi itu menyenangkan ternyata hehe.
Dia datang dengan lapang . . menerima,memaklumi segala yang ada dalam diriq. Keceriaan merupakan hal utama yang harus aku lakukan . . dimulai saat aku keluar kamar.
Lalu saat dimana perpisahan untuk mencari ilmu di kota orang. Saat itu aku benar-benar merasa kehilangan. Pelukan terakhir masih terasa, rindu.
Aku takut tidak bisa menyesuaikan diri di lingkungan baru. Tapi ada banyak teman-teman yang memotivasi.
Jogja menjadi tempat aku mencari ilmu selanjudnya. Walau aku tak begitu suka jogja, entah kenapa. Aku mendapatkan teman baru, pemikiran baru dll.
Awal menjadi mahasiswa, ya begitu aja. Rasanya beda saat di pondok. Yang tadinya liburnya hari jum’ad, disini ahad yang libur, yang biasanya aku tenang dalam ujian tulis,mudah paham tapi kali ini gag gt lagi. Yang menjadi beda adalah cara mereka berpikir tentang suatu hal.
Ada banyak hal yang aku tak bisa nyambung saat ngobrol. Walau yang mengajak ngobrol, teman deket. Akhir-akhir ini . . si semester 3 ini, aku merasa sulit menghadapi pelajarannya. Di saat prakteknya juga tak begitu paham, ya karena aku tak punya cukup keberanian untuk minta diajarin hehehe. Di pelajaran kalkulus 2 ini . . ada cos sin tan . . aku gag paham apa itu cos sin tan dari dulu. Integral cos sin tan dan sejenisnya, dulu aku di ajarin ma temanq . . zatin namanya . . sabar bgt ngajarin aku hehehe . . makasih ya. Dan rasanya kepingin nangis klo aku gag paham juga. Semester ini aku sedikit takut ujiannya. Aku merasa sendiri akhir-akhir ini, dulu waktu ujian . . aku selalu belajar bersama zatin dikelas. Tahu kenapa dikelas??
Yap karena kelas kita dingin dan sepi dan ada computer yang selalu kita rawat hehe. Dulu begitu menyenangkan. Begitu mudahnya paham. Ujian matematika, aku membaca catatanq dan melihat-lihat soal-soal yang dulu pernah kita kerjakan. Tapi kadang saat mencoba soal baru, aku tak bisa, tapi alhamdulillahnya, nilai matematikaq baguslah hehehe, walau pernah juga matematika jelek.
Saat ujian kimia, aku lebih giat membaca catatan dan mencoba mengulang soal yang pernah dikerjakan. Aku tak akan membiarkan diriq mendapat nilai dibawah 7 untuk kimia hehe. Alhamdulillahnya, kimia bagus hehehe, walau pernah juga kimia jelek.
Sekarang ,gag begitu lagi. Semua terasa sulit. Semakin lama, semakin sibuknya teman-temanq. Mungkin karena kalkulus ato yang laen yang buat aku merasa ketinggalan jauh. Terkadang terpikirkn, apa aku mang tak di sini. Aku tak begitu suka tekanan.
Aku kadang merasa, tak seharusnya aku ikut teman-teman saat lagi kumpul. Ya karena aku pernah merasakan, pernah tidak dihargai. Tapi karena dulu , saat menjadi pengurus di pondok, pernah juga tak dihargai. Mereka dengan mudah bisa kapan aja main ke kos untuk belajar, tapi untukq gag bisa, tentu saja karena berbeda. Rasanya rindu saat-saat belajar di kamar temen, alhamdulillah sempat aku alami saat di pondok. Dengan mudahnya aku bisa main ke kamar, tidur siang, makan bareng, tentu karena kita sama. Kadang juga sempat terpikir untuk pindah dari jogja ini. Memang semuanya yang menjadi pilihan, ada resikonya.
Aku kesepian.
Semarah-marahnya . . semangkel-mangkelnya . . sesebel-sebelnya . . ma mereka. Aku gag bisa bener-bener marah. Tahu kenapa???
Karena hati kecil,hati terdalamq saat-saat seperti itu, selalu berkata “ingatlah pada apa yang telah mereka berikan berupa kebaikan yang pada saat itu kamu bener-bener tertolong” ya karena kata-kata itu, aku gag bisa bener-bener sebel,marah,mangkel. Tapi mungkin aku tak bisa tersenyum ramah, ya mungkin. Terkadang untuk berkata “tidak” begitu susah. Tapi aku gag boleh gt. Kalau aku gag suka, aku akan bilang tidak.
Tapi hal yang paling utama. Hal yang paling bisa memberi kedamaian, semangat dll hanya ALLAH SWT saja. Teman bisa aja pergi kapanpun, teman bisa juga membuat air mata berlinang, tapi Allah akan membuat air mata berlinang karena dosa dan rasa syukur.
Aku rindu . . . hehehe . . . !!

